Selasa, 12 April 2016

Wisata Murah Taman Flora Kota Surabaya



KEBUN BIBIT BRATANG 

Beberapa tahun terakhir wajah Kota Surabaya semakin cantik dengan keberadaan sejumlah taman kota yang menghiasi kota pahlawan ini. Tidak hanya menjadi paru-paru Kota Surabaya, namun keberadaan taman-taman ini juga bisa menjadi alternatif pilihan wisata di Surabaya. Salah satu taman yang bisa anda kunjungi adalah Taman Flora atau yang dulunya dikenal dengan Kebun Bibit Surabaya. Taman yang berada di Jalan Manyar ini berada tak jauh dari Terminal Bratang dan hanya berjarak sekitar 200 meter. Di taman ini anda bisa berkumpul bersama keluarga dan mengajak buah hati anda tidak hanya berekreasi namun juga belajar mengenai beragam flora dan kehidupannya. Selain itu taman yang juga disebut techno park ini menjadi tempat yang pas untuk mengerjakan pekerjaan ataupun tugas sekolah karena memiliki akses WiFi yang memadai.

  Taman yang diresmikan pada Agustus 2007 ini memiliki luas hingga 2,4 hektar. Taman Flora nampak begitu rindang karena memiliki ratusan pohon dan tanaman. Di taman ini anda bisa menjumpai sejumlah tanaman teh-tehan, umbi-umbian, kana, pandanus, erva merah, zig-zag, ada eva, spider lili, gandarusa, dan masih banyak lagi. Tak heran jika suhu udara di Taman Flora terasa sejuk, kontras dengan Surabaya yang cenderung panas. Dengan kesejukan yang ditawarkan, taman ini bisa menjadi tempat berkumpul dan bersantai yang nyaman. Semilir anginnya juga bisa meninabobokkan anda hingga tidur terlelap. Selain itu, taman ini juga bisa menjadi tempat yang pas untuk melepas penat usai bekerja seharian ataupun kala istirahat siang. Ada tempat duduk yang disediakan untuk anda bersantai.

Meski bertajuk Taman Flora, nyatanya taman ini juga memiliki koleksi fauna, seperti kijang, kerang, burung onta, burung merak, dan sejumlah binatang lainnya. Lingkungannya yang asri menjadikan taman ini sebagai rumah yang nyaman untuk para binatang tersebut. Apalagi dengan keberadaan air mancur yang ada di tengah taman yang semakin menambah kesejukan suasana di sekitar Taman Flora. Ada pula kolam ikan yang semakin melengkapi proses pembelajaran kepada si kecil mengenai flora dan fauna serta pentingnya kelestarian alam bagi kehidupan mereka. Anda juga bisa memberi makan hewan tersebut dengan membeli pakannya di tempat menjual makanan hewan yang ada di taman. Taman ini bagaikan hutan mini di tengah kota. Apalagi tak jauh dari taman, terdapat pasar bunga dan pasar burung Bratang.

Selain WiFi, di Taman Flora juga disediakan sebuah ruangan berukuran 5X10 m² yang menjadi tempat pembelajaran IT. Tak salah jika taman ini juga disebut techno park. Selain itu, taman ini juga dilengkapi dengan area outbond yang biasa dimanfaatkan sejumlah TK untuk kegiatan mereka. Ada pula arena bermain dan sentra kuliner yang ditata sedemikian rupa sehingga tak mengganggu kelestarian dan keindahan taman. Musholla dan toilet yang memadai semakin melengkapi fasilitas taman ini. Yang lebih seru lagi tidak ada tiket masuk yang dikenakan kepada anda untuk berkunjung ke Taman Flora. Taman Flora juga cukup ramah anak dimana terdapat sejumlah papan untuk mengingatkan hak-hak anak dan sejumlah larangan untuk melindungi mereka. Misalnya ada larangan untuk duduk-duduk di kolam karena kondisi kolam yang licin dan larangan berpacaran demi menghindarkan anak-anak dari pemandangan yang tidak senonoh. Benar-benar tempat yang pas untuk berwisata murah namun tidak murahan karena memiliki nilai pembelajaran dan peduli dengan anak-anak. Jadi ketika anda ke Surabaya jangan lewatkan untuk mengajak anak-anak anda bermain dan belajar di Taman Flora

Taman Bungkul Sebagai Tempat Hiburan Keluarga


Taman Bungkul diresmikan pada tanggal 21 Maret 2007. Sejak saat itu, taman Bungkul berhasil menjadi daya tarik masyarakat dan para wisatawan. Mereka tidak hanya dapat menikmati udara segar dan kesejukan alam, melainkan juga melakukan berbagai kegiatan. Semakin hari fasilitas yang tersedia di taman Bungkul semakin lengkap. Di antaranya adalah skateboard track dan BMX track, jogging track, plaza (panggung untuk live performance berbagai jenis entertainment), zona akses WiFi gratis, telepon umum, area green park dengan kolam air mancur, taman bermain anak-anak hingga pujasera. Selain itu, taman Bungkul juga menyediakan jalan berbatu untuk refleksi kaki dan akses khusus bagi penyandang cacat.



Jika anda tengah berjalan-jalan di Kota Surabaya, Jawa Timur, sangat disayangkan jika anda tidak mampir ke Taman Bungkul. Obyek wisata ini telah menyandang predikat taman terbaik se-Asia. Dari situs resmi Pemerintah Kota Surabaya, Senin (12/5/2014) Taman Bungkul pernah menyabet penghargaan Asian Townscape Awards (ATA) alias penghargaan taman terbaik se-Asia dari PBB. Penghargaan itu diberikan di Fukuoka, Jepang pada November 2013 lalu. Taman ini dinilai berdasarkan fungsi sosial, rekreasi, pendidikan, dan budaya. Karena semua fungsi tersebut dimiliki oleh taman Bungkul, maka tak heran ia menjadi satu-satunya taman di Indonesia yang pernah menyabet penghargaan tersebut.
Panasnya udara kota Surabaya menjadikan Taman Bungkul sebagai ikon pariwisata incaran wisatawan saat datang ke Surabaya. Di taman inilah seluruh anak-anak, muda-mudi sampai orang tua berkumpul untuk berekreasi. Taman Bungkul pun jadi tempat kongkow favorit masyarakat Surabaya. Bagaimana tidak?. Di taman Bungkul ini masyarakat bisa bebas menghirup udara segara, menikmati rindangnya pepohonan, ditambah dapat mengakses internet dengan gratis. Terlebih, masyarakat dapat memanfaatkan taman sebagai sarana olahraga untuk membugarkan badan sekaligus pikiran.
Taman Bungkul seolah menjadi jantung kota Surabaya. Taman ini sekarang menjadi taman wisata bagi mereka yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kota. Beberapa acara juga sering di gelar ini taman ini bagi kegiatan hiburan atau kebudayaan. Saat berkunjung ke Taman Bungkul, para wisatawan juga dapat menikmati sajian kuliner khas Jawa Timur yang menggoda lidah. Di sekitar taman terdapat warung-warung makan yang menyediakan Bakso, Soto, pecel, hingga Rawon yang sangat terkenal di Surabaya. Setiap pengunjung dijamin betah menyusuri taman Bungkul ini.

Senin, 11 April 2016

Taman Mundu Surabaya

Taman Mundu Taman Keren Kota Surabaya

Kota Surabaya merupakan ibu kota propinsi Jawa Timur dan menjadi kota metropolitan terbesar kedua setelah ibukota Jakarta. Sebagai salah satu kota yang kerap dikunjungi baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, atau wisata kota Surabaya mempunyai berbagai fasilitas pendukung yang lengkap. Mulai bandara Internasional, hotel, penginapan, tempat hiburan malam maupun destinasi wisata lainnya. Tidak hanya itu Surabaya juga memiliki banyak taman-taman kota yang cantik, sebagai ruang terbuka hijau bagi seluruh warga kota dan sebagai salah satu pelengkap sebuah kota metoprolitan. Beberapa taman yang ada di Surabaya diantaranya Taman Bungkul, Taman Pelangi, Taman Apsari, Taman Barunawati, Taman Ekspresi, Taman Krembangan, Taman Kunang-Kunang, Taman Mundu dan beberapa taman lainnya. Semua taman yang ada di kota Surabaya didesain sedemikian rupa sehingga membuat semua pengunjungnya merasa nyaman dan mempunyai tampilan yang cantik.




Taman Mundu merupakan salah satu taman atau ruang terbuka hijau terutama bagi warga kota Surabaya, taman ini lebih tepatnya berada di Jl. Tambaksari atau berada di seberang Stadion Gelora Sepuluh November Tambaksari Surabaya. Taman Mundu dibangun menempati area seluas 4.800 meter persegi dan pembangunannya diresmikan pada 10 Juli 2010. Taman yang cantik ini mempunyai berbagai fasilitas yang bisa dinikmati dan digunakan oleh warga Surabaya atau siapapun yang mengunjungi taman ini, diantarnya fasilitas arena bermain bagi anak-anak, jogging track, air mancur yang indah, lampu-lampu hias, kolam air, toilet yang mewah dan dua pohon Mundu yang besar sebagai icon Taman Mundu. Tidak hanya itu di Taman Mundu juga tersedia fasilitas air kran siap minum yang merupakan fasilitas yang disediakan oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Surabaya.

Sobat traveler yang berkenan mengujungi taman Mundu bisa masuk dari pintu masuk manapun, namun bila masuk dari pintu depan di jalan Tambaksari akan disambut oleh atraksi air mancur dari dua kolam air mancur yang berada di pintu masuk depan Taman Mundu Surabaya. Pada saat malam hari air mancur ini akan menampilkan atraksi yang indah karena semburan air mancur akan berpadu dengan sorotan lampu sehingga air mancurnya menimbulkan pancaran yang berwarna-warni. Selepas melewati air mancur kita akan menemukan sebuah open stage atau panggung terbuka berbentuk setengah lingkaran yang letaknya berada di tengah-tengah taman. Sehingga bisa kita pergunakan sebagai tempat duduk sambil menyaksikan atraksi air mancur atau mengawasi putra-putri kita yang sedang bermain. Di Taman Mundu juga tersedia fasilitas track khusus untuk pijat refleksi kaki yang bisa dimanfaatkan siapapun yang berkunjung ke tman ini.


Kehadiran berbagai taman-taman cantik yang ada di kota Surabaya selain sebagai ruang terbuka hijau juga bermanfaat sebagai sarana rekreasi murah meriah dan sarana nongkrong anak muda Surabaya yang keren. Tugas kita sebagai warga Surabaya adalah tetap menjaga tman-taman tersebut akan tetap bersih dan nyaman untuk dikunjungi, untuk itu jangan pernah membuang sampah sembarangan di area lokasi taman dan dimanapun anda berada. Selamat menikmati rekreasi murah meriah di Taman Mundu Surabaya

Jumat, 08 April 2016

Oase di Tengah Panasnya Kota Surabaya


Taman Ekspresi, Oase di Tengah Panasnya Kota Surabaya

Bosan jalan-jalan di mall? Sekali-kali cobalah mengunjungi taman yang ada di dalam kota. Kota Surabaya memiliki banyak alternatif wisata yang sayang untuk dilewatkan. Di tengah panasnya cuaca kota metropolis kedua di Indonesia ini, tersimpan potensi wisata taman kota yang sejuk nan hijau. Penasaran?

Saat Anda merasa penat dengan berbagai aktivitas Anda, cobalah mampir sejenak ke Taman Ekspresi. Taman ini memang belum begitu terkenal di Surabaya, namun keasriannya sungguh mengesankan. Taman Ekspresi terletak di Jalan Genteng Kali Surabaya, persis di depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Lokasinya yang berada di belakang beberapa bangunan mengakibatkan taman kota ini tak terlihat jelas dari jalan raya. Hal itu juga membuat banyak orang tidak pernah mengira jika di tempat tersebut ada sebuah taman.

Taman Ekspresi diresmikan oleh walikota Surabaya, Tri Rismaharini pada tanggal 7 Mei 2011. Sesuai namanya, Taman Ekspresi dibuat untuk meng”ekspresi”kan karya seni. Tak heran di sepanjang taman ini dijumpai banyak instalasi seni berupa patung-patung yang terbuat dari material bekas yang didaur ulang dan dimodifikasi. Misalnya karya seni kreatif dari besi bekas, sepeda bekas, vespa bekas, roda bekas, dan lain-lain.

Begitu memasuki taman, pengunjung akan disambut sebuah patung makhluk dalam posisi duduk di atas rumput. Memasuki taman lebih dalam, rasanya seperti menemukan oase di tengah-tengah panasnya kota Surabaya. Terasa sangat teduh dan sejuk. Taman Ekspresi mempunyai pemandangan yang mengarah ke Sungai Kalimas yang berada tepat di samping taman. Kegiatan ngadem di bawah pohon rindang, bercengkrama bersama teman sambil menikmati pemandangan Kalimas adalah kegiatan yang dilakukan mayoritas pengunjung taman. Banyaknya pepohonan serta tata landscape-nya yang apik dan bersih, membuat siapapun akan betah berlama-lama di taman ini. Kebersihan taman pun terjaga karena tempat sampah disediakan di tiap sudutnya.

Selain patung-patung seni, terdapat banyak bangku yang terbuat dari beton berbentuk kotak berwarna-warni tersebar di area taman. Ada juga bangku yang berbentuk huruf vokal a, i, u, e, o. Fasilitas lain di taman ini adalah perpustakaan, wifi gratis, toilet, playground, jalur refleksi kaki, dan parkir sepeda. Ada juga pelataran berbentuk bulat, semacam plaza, yang bisa digunakan untuk mengadakan pertunjukan kecil-kecilan, atau sekedar tempat berkumpul bersama komunitas. Di dekat perpustakaan, Anda akan menjumpai fasilitas diorama. Diorama ini berbentuk beberapa patung berukuran kecil yang mengambarkan sejarah bangsa Indonesia. Dari zaman prasejarah, zaman kerajaan, zaman masuknya agama Islam, zaman penjajahan Belanda dan Jepang, serta yang terakhir zaman kemerdekan. Ada juga patung Bung Karno ketika membaca naskah proklamasi didampingi oleh Bung Hatta dan kawan-kawan.

Uniknya, di taman Ekspresi ini Anda juga bisa menemukan pohon (simbol) persahabatan. Keberadaan pohon persahabatan juga terdapat di Taman Persahabatan. Yang membedakan pohon persahabatan di kedua taman ini adalah; pohon persahabatan di Taman Ekspresi ditanam oleh walikota-walikota dari negara ASEAN. Sedangkan pohon persahabatan yang ada Taman Persahabatan ditanam oleh walikota-walikota dari dalam negeri

Oya, bangunan-bangunan yang menutupi bagian depan taman ini justru berfungsi sebagai barrier atau penghalang. Dengan demikian kebisingan dan polusi kendaraan tidak akan mengganggu keadaan taman. Sungguh tempat yang sejuk untuk sejenak melepas kepenatan akan hiruk-pikuknya kota Surabaya.

Untuk menuju Taman Ekspresi, Anda bisa menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat. Lokasinya yang strategis di tengah kota serta di sepanjang stren Kalimas sangat mudah dijangkau. Jika masih ingin mengunjungi taman kota nan hijau lainnya di Surabaya

Kamis, 07 April 2016


CAFFE ROLAG SURABAYA

Caffe Rolag atau yang biasa disebut dengan Rolag Cafe merupakan sebuah cafe yang terletak di daerah ketintang (jembatan ketintang ) tepatnya di jalan Karah no 26, kalau dulur dari arah terminal Joyoboyo bisa ke arah barat kurang lebih 3 Km, atau kalau dr tol Gunung Sari bisa kearah timur kurang lebih 1 Km.

Tempat parkir untuk motor luas dan petugas juga sigap dulur dalam menata sepeda motor, kalau mobil ada valet nya juga kok. Karcis parkir untuk motor 3rb rupiah (ckup mahal) tp sepeda motor dulur Insyallah aman dan tertata rapi. Untuk cafe nya bisa dikatakan luas, dengan penataan dan view yang menghadap kali rolag.




Café rolag menggunakan konsep outdor jadi jngan berharap ada ruangan ber AC. Overall tempatnya cozy dan asik buat kumpul dengan teman dan pacar bahkan untuk ngerjakan tugas kampus dan kantor pun masih nyaman.




(Live Perform Malam Di Malam Minggu)


Minuman dan makanan di café rolag sangat banyak variasinya, mulai dari yg hangat kaya cappuccino, coffe drep, coffe press, teh anget, susu anget bahkan wedang jahe juga ada. Mau dingin disini ad milkshake, es teh, es susu, es coklat dan lainnya. Makanannya disini ada mie goreng, sate ayam n camilannya ada kentang goring, roti bakar, sosis goreng dan lainnya. Harga makanan di café rolag ckup terjangkau , bawa uang 50rb ckup untuk berdua bareng pacar dan perut kenyang.



(Kentang Goreng, Coffe Dreep dan Capucino)



(Coffe Press)



(Es Teh)

Rabu, 06 April 2016

Wisata Hutan Mangrove Wonorejo

          Wisata Hutan Mangrove Surabaya

Wisata hutan mangrove Wonorejo surabaya dengan berjalan menyusuri hutan mangrove yang akan membuat suasana segar dan nuansa baru dalam berwisata di Surabaya.

Di Mangrove Wonorejo Surabaya, meskipun masih awal tahap, pengunjung dapat menikmati berbagai macam tipe mangrove di pesisir timur Surabaya. Secara administratif mangrove timur pantai terletak di desa Wonorejo, Surabaya. Hutan bakau di Surabaya adalah rumah bagi spesies 147 burung, 12 spesies satwa dilindungi. Ada 44 burung yang sedang bermigrasi dari Australia menuju untuk eropa,singgah / transit disini. Pengunjung dapat menikmati pemandangan menggunakan perahu menyusuri sungai dan kemudian berjalan di dermaga menyusuri hutan bakau.


Selain melihat hutan bakau, wisatawan juga dapat menyaksikan kehidupan pantai. Penduduk setempat tinggal dari kolam air air untuk memlihara ikan. Bersepeda menyusuri tepi kolam ikan asyik juga. Kadang-kadang kita akan melihat burung berenang di kolam. Lingkungan kolam ikan disini sangat tenang, tidak seperti apa yang orang bayangkan tentang Surabaya, hanya ada satu atau dua petani saja yang bekerja di kolam.

Terdapat juga gazebo yang dibangun dari bambu dan jerami sebagai atap. Ada 2 gazebo yang dihubungkan oleh jalan yang terbuat dari bambu. Agak menakutkan berjalan melewati bambu. Duduk duduk di gazebo begitu sejuk, Kita bisa melihat laut, dan juga menikmati angin, sayangnya tidak ada penjual makanan atau minuman, sehingga harus menyiapkan sendiri. Kita juga akan melihat suasana burung kadang-kadang terbang dari satu cabang bakau ke cabang lain. Dan dengan berwisata kesini akan menyadarkan kita tentang pentingnya hutan mangrove bagi ekosistem lain dan juga manusia






Selasa, 05 April 2016

Mangrove Gunung Anyar




MAKIN PEKA LINGKUNGAN BERWISATA DI HUTAN MANGROVE GUNUNG ANYAR


Kota Surabaya dari dulu membuat imajinasiku berkelana tentang sebuah kota Pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan penting sejak zaman Belanda. Tak pernah terbersit sekali pun bahwa di kota terbesar kedua di Indonesia ini akan melahirkan sejumlah tempat wisata penting bernuansa lingkungan.
Mengherankan, ya? Sama. Aku pikir “surga wisata” di Surabaya hanyalah mall-mall mewah untuk kalanganshoppaholic saja. Aku tidak menduga bahwa di kota ini akan ada sejumlah lokasi yang asyik untuk kawasan wisata sekaligus belajar menyelamatkan alam dari kerusakan. Bahkan luar biasa sekali saat di Pantai Timur Surabaya dibangun sebuah tempat wisata ecotourism yang menjadi jujugan siapa saja untuk belajar tentang ekosistem lingkungan mangrove dan fauna pesisir yang eksotis.Konservasi hutan mangrove di Surabaya yang ingin kukunjungi adalah Wisata Anyar Mangrove Surabaya(WAMS).

Keberadaan kawasan ini ada di Gunung Anyar, yakni salah satu dari kawasan hutan Mangrove di Pantai Timur Surabaya.Sebenarnya ada lagi lokasi Kawasan hutan Mangrove yakni di Wonorejo yang lebih dulu dipopulerkan. Perbedaan kedua kawasan hutan mangrove ini sendiri sebenarnya tidak terlalu signifikan, karena ujung dari kedua hutan ini adalah laut lepas yang indah di kawasan Timur Surabaya. Kedua lokasi ini terhubung kurang lebih 4 km sehingga bisa dibilang kalau ekosistem, vegetasi, dan hewan-hewan penghuni hutan relatif mirip. Namun tetap saja, ada yang bilang kalau mangrove di Gunung Anyar ini lebih “perawan” dibandingkan dengan yang di Wonorejo. Karena itu, aku jadi ingin membuktikan kebenarannya.
Perlu diketahui bahwa kawasan hutan Mangrove ini merupakan rumah bagi satwa endemik yakni burung-burung yang habitatnya asli di kawasan mangrove. Kurang lebih ada 147 spesies burung dan 12 hewan yang dilindungi tinggal di hutan mangrove ini, misal Bubut Jawa, Cangak Merah (Ardea purpurea), Raja Udang, Remetuk Laut (Gerygone sulpurea), Kuntul, Gagang-bayam timur (Himantopus leucocephalus) hingga burung pendatang seperti Cerek kernyut (Pluvialis fulva), Cerek tilil (Charadrius alexandrinus), Kedidi golgol (Calidris ferruginea), dan Titihan Australia (Tachybaptus novaehollandiae). Selain itu ada juga monyet berekor panjang (Macaca fascicularis), dan sejumlah reptil eksotis yang khas.



Sisi yang menarik dari WAMS ini menurutku ada pada konsep ecotourism yang sangat kental dan manajemen lingkungan yang lebih melibatkan komunitas sekitar. Mulai dari pihak RT/RW, PKK, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM), nelayan, petani tambak, UKM dan juga Karang Taruna. Ditambah lagi adanya partisipasi aktif dan dukungan penuh dari pemerintah, universitas, lembaga-lembaga dalam maupun luar negeri. Mereka ikut bahu-membahu membantu menjaga kawasan ini. Tak heran jika kawasan ini telah menjadi bagian dari pilot project untuk Mangrove Ecosystem Conservation and Sustainable Use (MECS) yang merupakan kerja sama antara pihak Kementerian Kehutanan Republik Indonesia bersama dengan Japan International Agency (JICA).
Konsep Wisata Lingkungan di Hutan Mangrove Gunung Anyar
WAMS menawarkan konsep yang jelas untuk melihat bagaimana lingkungan yang dirawat dengan baik bisa menjadi sarana untuk menjaga kelestarian alam. Kawasan ini ditanami bakau di sepajang pinggiran pantai untuk menjaganya dari kerusakan pantai seperti abrasi atau interusi air laut.
Mangrove sendiri ditanam di pinggiran pantai dan berfungsi sebagai penetralisir limbah terutama logam berat yang masuk ke laut, sebagai alternatif untuk meminimalisir polutan, melindungi pantai dari abrasi, membantu menahan ombak dan air pasang guna mencegah banjir serta membantu melestarikan spesies hewan langka dan dan biota laut yang eksotis.
Selain itu hutan mangrove sendiri juga merupakan area hijau yang mendukung kelestarian flora dan fauna endemik, sumber penghijauan untuk menaungi kebutuhan ruang hijau di kota sepadat Surabaya, sekaligus menjadi ruang belajar dan rekreasi untuk anak-anak agar lebih peka lingkungan. Satu solusi untuk semua, benar-benar keren kan?
Mengapa harus Berwisata ke WAMS?
Bersentuhan langsung dengan alam saat asyik berwisata di Kawasan WAMS ini bisa dilakukan dengan menyusuri keindahan hutan mangrove dengan perahu asli nelayan. Bisa juga menikmati alam dengan berkelindan di jogging track yang teduh karena berpayung rimbunnya pepohonan mangrove. Jogging trackyang ada terbuat dari bambu menambah suasana makin eksotis dan tradisional.

Keinginanku berwisata di tempat ini juga sekaligus untuk memberikan ruang belajar yang baru untuk si Kecil. Kami ingin mengenal lebih dekat kehidupan ekosistem di kawasan hutan bakau. Apalagi setelah tahu bahwa di kawasan ini ada Woody woodpecker (burung Caladi ulam atau Dendrocopus macei).
Wah, serius? Burung pelatuk merah yang cerewet dan ketawanya aneh itu ada di WAMS? Penasaran betul, jadinya. Apalagi konsep wisatanya dilakukan dengan menyusuri langsung habitat flora dan fauna dengan perahu dari sungai Kebun Agung hingga Sungai Tambak Klangri. Seru, ya.
Menurut data di websitenya, perjalanan dengan perahu tradisional tersebut bisa ditempuh selama 15 menit hingga 30 menit hingga bermuara di laut Pantai Timur Surabaya. Misi penting dalam wisata ini tentunya adalah untuk semakin menjaga kelesarian dan kebersihan lingkunan kawasan hutan lindung di WAMS. Apalagi aku lihat di sejumlah kritikan yang tertulis di beberapa blog bahwa lokasi WAMS ini masih dijumpai banyak sampah plastik yang bertebaran di lokasi konservasi. Sayang banget, kan?
Harapanku tentu saja wisata alam berkonsep ecotourism semacam WAMS semakin digalakkan di Indonesia. Selain mewujudkan tempat wisata semacam ini tentunya lagi-lagi selalu mengingatkan diri sendiri dan siapa pun yang datang berwisata untuk selalu menjaga kebersihan.
Ingat, kebersihan dijaga dengan menahan untuk TIDAK BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Membuang sampah di tempatnya menjadi tanggung jawab pribadi, bukan semata-mata tanggung jawab petugas lokasi wisata.



Tips Trik Menuju Lokasi WAMS
Sejumlah catatan penting:
Perlu diketahui bahwa perjalanan menuju WAMS bisa ditempuh cukup dekat dari bandara Juanda. Bagi yang datang dari luar kota bisa memesan tiket pesawat untuk menuju Surabaya. Setelah sampai di Juanda, bisa memesan taksi menuju ke daerah timur kampus UPN, karena kawasan WAMS berlokasi di Medokan Sawah Timur Surabaya, atau di kawasan timur Perumahan Wisma Indah II.
Bukan hanya mengunjungi WAMS? Ada beberapa lokasi wisata ecotourism yang menarik di Surabaya kok. Kebun bibit Wonorejo, Hutan Mangrove Wonorejo, dll.
Kamu pun bisa memilih tempat menginap di kota Pahlawan jika berkunjung ke kota ini dalam beberapa hari. Ada banyak kok tempat menginap dan hotel yang bisa menjadi alternatif beristirahat. Beberapa hotel terdekat adalah Hotel Teratai, Hotel Ibis, Hotel Santika, Hotel Narita. Kalau mau cari hotel yang sesuai dengan budget atau lokasi sesuai keinginanmu, tinggal cari aja di internet.
Jam buka WAMS adalah jam 10.00 hingga jam 17.00 WIB setiap hari. Pastikan kamu datang di saat yang tepat ya.
Kalau ingin merasakan suasana yang lebih hangat dan tradisional, coba deh pesan makanan kuliner khas hutan Mangrove (kepiting, udang, ikan) dan nikmati bareng-bareng di atas gazebo. Hmm....nikmat deh pastinya.
Oleh-oleh khas Wisata Mangrove Gunung Anyar adalah sirup dan dodol buah Bogem buatan warga sekitar. Baru denger? Sama. Memang kedengarannya kurang populer, tapi justru itu akan semakin membuat orang penasaran untuk berkunjung juga ke WAMS, ya nggak sih?Oke. Demikian ulasan singkat tentang wisata hutan mangrove di Gunung Anyar Surabaya. Semoga bermanfaat ya.